Fenomena bekerja dari rumah atau *hybrid working* sering kali memicu kebiasaan duduk yang statis dalam durasi panjang. Tanpa kita sadari, berjam-jam berada di depan layar komputer dapat membuat otot-otot di sekitar bahu dan punggung terasa kaku.
Saran sederhana dari kami: ubah sedikit pandangan Anda tentang "istirahat". Istirahat bukan hanya berarti menutup laptop; istirahat juga bisa berarti berdiri sebentar saat mengangkat telepon atau sekadar berjalan mengambil segelas air di dapur untuk memecah kebiasaan duduk statis tersebut.
Bagi Anda yang beraktivitas di jalan raya, baik sebagai pengendara sepeda motor mapun penumpang transportasi publik harian, perjalanan memakan energi ekstra. Mempertahankan postur tubuh yang terlalu tegang saat memegang kemudi dapat menyebabkan ketidaknyamanan berlebih.
Membangun kebiasaan menyadari posisi duduk dan pegangan tangan adalah langkah awal. Saat Anda menemui lampu merah yang panjang, gunakan beberapa detik tersebut untuk merilekskan genggaman dan menurunkan posisi bahu yang tanpa sadar terangkat tinggi.
Klarifikasi mengenai pendekatan deduwid.
Sebaliknya, filosofi deduwid adalah mengintegrasikan aktivitas tersebut ke dalam kegiatan yang sudah ada. Anda tidak perlu menyisihkan waktu 1 jam khusus, cukup gunakan jeda 2-3 menit yang tersebar sepanjang hari kerja Anda.
Tidak. Fokus kami adalah menggunakan apa yang ada di sekitar Anda. Mengatur ketinggian layar laptop menggunakan tumpukan buku tua atau melakukan peregangan perlahan di kursi kerja biasa adalah praktik yang kami sarankan.
Sangat cocok. Rutinitas yang kami bahas dirancang agar cukup *subtle* atau tidak mencolok. Gerakan ringan yang kami edukasikan dapat dilakukan dengan tenang tanpa menarik perhatian berlebih di ruangan yang berisi banyak rekan kerja.
Kami tidak menjanjikan solusi ajaib. Tujuannya adalah edukasi pengelolaan kenyamanan. Lelah setelah bekerja adalah respons tubuh yang wajar; kebiasaan ini hanya membantu Anda merespons kelelahan tersebut dengan cara yang lebih baik.